Semua informasi bermanfaat ada disini, seputar komputer, internet, blogging, bisnis online, ilmu pengetahuan, edukasi, teknologi, SEO, dan lain lain

Sistem Peredaran Darah pada Manusia

>>> Kumpulan Ebook di bawah ini sangat penting untuk anda ! <<<

Sistem Peredaran Darah pada Manusia Sistem Peredaran Darah pada Manusia berfungsi untuk mengangkut makanan serta hasil dari metabolisme ke seluruh tubuh.

Fungsi Darah

Beberapa fungsi peredaran darah sebagai berikut :
1. Mengangkut zat buangan dan substansi beracun menuju hati untuk didetoksifikasi (dinetralkan) atau ke ginjal untuk dibuang.
2. Mendistribusikan hormon dari kelenjar dan organ yang mem-produksinya ke sel-sel tubuh yang membutuhkannya.
3. Mengatur suhu tubuh melalui aliran darah.
4. Mencegah hilangnya darah melalui mekanisme pembekuan darah.
5. Melindungi tubuh dari bakteri dan virus dengan mensirkulasikan antibodi dan sel darah putih.

Komponen Sistem Peredaran Darah

1. Darah , berfungsi sebagai medium pengangkut untuk nutrisi, udara, dan zat buangan.
2. Jantung , berfungsi memompa darah sehingga dapat beredar ke seluruh tubuh.
3. Pembuluh darah , merupakan saluran tempat darah beredar ke seluruh tubuh.
4. Sistem lain yang dapat menambah atau mengurangi kandungan dalam darah. Misalnya, usus halus dalam sistem pencernaan tempat darah mendapatkan nutrisi yang akan dibawa ke seluruh tubuh, atau ginjal tempat darah mengurangi konsentrasi urea yang dikandungnya.

Komposisi Darah

Manusia rata-rata mempunyai lima sampai enam liter darah, atau sekitar 8% dari total berat badannya. Apabila darah diendapkan dengan proses sentrifugasi, darah terbagi menjadi dua bagian, yaitu plasma darah dan sel-sel darah.

Komponen Plasma darah (50%–60% volume darah)

1. Air dengan Jumlah 91%–92% plasma darah
2. Protein dengan Jumlah 7%–8% plasma darah
3. Ion, gula, lemak, asam amino, hormon, vitamin, dan gas terlarut dengan Jumlah 1%–2% plasma darah
{Sumber : Biology: The Unity and Diversity of Life, 1995} 
Plasma darah merupakan komponen darah yang paling banyak, yaitu sekitar 55%-60% bagian dari darah. Plasma darah terdiri atas 90% air dan 10% sisanya berupa zat-zat yang terlarut di dalamnya yang harus diangkut ke seluruh tubuh. Zat-zat terlarut tersebut terdiri atas protein, hormon, nutrisi (glukosa, vitamin, asam amino, lemak), gas (oksigen dan karbon dioksida), garam-garam (sodium, kalsium, potasium, magnesium), serta zat buangan seperti urea.
Zat terlarut yang paling banyak merupakan Protein dalam plasma darah Terdapat tiga bagian utama protein plasma darah, yaitu:
1. albumin , berperan dalam mengatur tekanan osmotik darah (mengontrol aliran air yang masuk ke dalam membran plasma)
2. globulin, mengangkut nutrisi makanan dan berperan dalam sistem kekebalan tubuh
3. fibrinogen , berperan dalam proses pembekuan darah.

Sel darah (40%–50% volume darah)

1. Sel darah merah dengan Jumlah 4-5 juta sel/mL darah
2. Sel darah putih dengan Jumlah 3.000–6.750 sel/mL darah
3. Trombosit dengan Jumlah 250.000–3.000 sel/mL darah
{Sumber : Biology: The Unity and Diversity of Life, 1995}
Hampir 45% dari volume darah manusia merupakan sel-sel darah. Darah mengandung beberapa tipe sel darah yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Terdapat tiga macam sel darah, yaitu sel darah merah ( eritrosit ), sel darah putih (leukosit ), dan keping darah ( trombosit ).
1. Sel darah merah
Sel Eritrosit
Eritosit (erythro=merah, cyto=sel) tidak memiliki inti sel dan berbentuk bikonkaf sehingga memiliki luas permukaan yang besar. Untuk Pria rata-rata mempunyai eritrosit ± 5 juta per mm darahnya, sedangkan wanita mempunyai eritrosit ± 4,5 juta per mm darahnya. Setiap molekul
hemoglobin dapat berikatan dengan empat molekul oksigen. Oksigen diperoleh ketika sel darah melewati kapiler-kapiler alveolus di paru-paru. Hemoglobin kurang reaktif terhadap molekul karbon dioksida. Oleh karena itu, karbon dioksida yang diperoleh dari sel lebih banyak larut dalam
plasma darah. Hemoglobin yang berikatan dengan oksigen akan berwarna merah cerah. Sedangkan hemoglobin yang tidak berikatan dengan oksigen, berwarna merah gelap atau kebiru-biruan. Sel darah merah dibentuk pada sum sum tulang, sel darah merah tidak mempunyai inti, dan hanya dapat hidup sekitar 120 hari.
2. Sel darah putih
Sel darah putih atau Leukosit memiliki fungsi sebagai imunitas, yaitu mematikan organisme serta zat asing yang ada didalam tubuh, terutama pada darah, selain itu Leukosit mempunyai karakteristik yang unik, yaitu memilik perbandingan jumlah yang begitu besar dengan sel darah merah, yaitu dengan perbandingan 1:500 hingga 1:1000, artinya pada 500-1000 sel darah merah terdapat 1 sel darah putih.
Ukuran sel darah putih lebih besar daripada sel darah merah, serta sel darah putih memiliki inti sel sehingga dapat bertahan hidupdalam jangka waktu yang cukup lama hingga berbulan-bulan. Berdasarkan sitoplasmanya sel darah putih dapat dibagi menjadi dua, yaitu Granulosit dan Agranulosit.
Granulosit, yaitu sel darah putih yang sitoplasmanya mengandung granula. Granulosit terdiri atas neutrofil, eosinofil, dan basofil. Neutrofil adalah sel darah putih yang granulanya menyerap zat warna yang bersifat netral. Sementara itu, eosinofil granulanya menyerap zat warna yang bersifat asam, sedangkan basofil granulanya menyerap zat warna yang bersifat basa.
Agranulosit, yaitu sel darah putih yang sitoplasmanya tidak mengandung granula. Agranulosit terdiri dari Limfosit dan Monosit, disebut Limfosit karena sel ini juga terdapat pada cairan limfa. Adapun monosit merupakan sel darah putih yang berukuran besar. Monosit dapat memeperbesar dirinya menjadi makrofag.
Sel Darah Putih

3. Keping Darah
Keping Darah atau Trombosit merupakan fragmen-fragmen, jadi trombosit tidak berbentuk sel utuh. Trombosit tidak memiliki inti, sehingga hanya dapat hidup dalam waktu yang pendek, sekitar 10-12 hari. Trombosit mempunyai peran sebagai pembekuan darah. Ketika seseorang terkena luka, maka trombositlah yang berperan untuk menutup lukanya.
Proses pembekuan darah sebagai berikut :
{Faktor-faktor pembeku darah, seperti Trombosit (keping darah), Sel rusak, Kalsium dan faktor lain} Mengaktifkan Protombin => Trombin Mengkatalis Fibrinogen => Fibrin

Sel Trombosit
Sistem Peredaran Darah pada Manusia begitu kompleks, sehingga manusia harus mempelajari dan mengetahui bagaimana peredaran darah manusia guna untuk pengetahuan serta keperluan medis ataupun yang lainnya. Jangan lupa baca artikel sebelumnya tentang Contoh Koloid dalam Kehidupan Sehari-hari hanya di MikroTikno.

Sistem Peredaran Darah pada Manusia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ahmad Choirun Najib